Senin, 09 Mei 2011

Saka Kencana (Keluarga Berencana)

Saka Kencana (Keluarga Berencana)

Logo Saka Kencana
Satuan Karya Pramuka Kencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.
Pembinaan Saka Kencana berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Saka Kencana meliputi 4 krida, yaitu :
  1. Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)
  2. Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK)
  3. Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE)
  4. Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).


Saka Bhakti Husada

Saka Bhakti Husada

Logo Saka Bhakti
SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA (SAKA BAKTI HUSADA) Satuan Karya Pramuka Bakti Husada disingkat Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Dan kemudian dicanangkan oleh Menkes RI pada tanggal 12 November 1985 sebagai Hari Kesehatan Nasional di Magelang.
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya. Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah :
1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
4. Pamong Saka dan Instruktur tetap.

Saka Bakti Husada meliputi 6 (enam) krida, yaitu :
1. Krida Bina Lingkungan Sehat
2. Krida Bina Keluarga Sehat
3. Krida Penanggulangan Penyakit
4. [[Krida Bina Gizi
]]
5. Krida Bina Obat
6. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK :
1. SKK Penyehatan Perumahan
2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
3. SKK Pengamanan Pestisida
4. SKK Pengawasan Kualitas Air
5. SKK Penyehatan Air
Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri atas 6 (enam) SKK :
1. SKK Kesehatan Ibu
2. SKK Kesehatan Anak
3. SKK Kesehatan Remaja
4. SKK Kesehatan Usia Lanjut
5. SKK Kesehatan Gigi dan Mulut
6. SKK Kesehatan Jiwa
Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 8 (delapan) SKK :
1. SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
2. SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
3. SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
4. SKK Penanggulangan Penyakit Diare
5. SKK Penanggulangan Penyakit TB Paru
6. SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan
7. SKK Imunisasi
8. SKK Gawat Darurat
9. SKK HIV / AIDS
Krida Bina Gizi, mempunyai 5 (lima) SKK :
1. SKK Perencanaan Menu
2. SKK Dapur Umum Makanan/Darurat
3. SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu
4. SKK Penyuluh Gizi
5. SKK Mengenal Keadaan Gizi
Krida Bina Obat, meliputi 5 (lima) SKK :
1. SKK Pemahaman Obat
2. SKK Taman Obat Keluarga
3. SKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif
4. SKK Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
5. SKK Pembinaan Kosmetik
Krida Bina PHBS, meliputi 5 ( lima ) SKK :
1. SKK Bina PHBS di Rumah
2. SKK Bina PHBS di Sekolah
3. SKK Bina PHBS di Tempat umum
4. SKK Bina PHBS di Instansi Pemerintah
5. SKK Bina PHBS di Tempat kerja
Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bakti Husada adalah :
1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang Kesehatan
2. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai :
   a. kesehatan lingkungan
   b. kesehatan keluarga 
   c. penaggulangan berbagai penyakit 
   d. gizi 
   e. manfaat dan bahaya obat. 
3. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para Pramuka di gugusdepan.
4. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya
5. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap.

Saka Bahari

Saka Bahari

Logo Saka Bahari
Satuan Karya Pramuka Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang Kelautan.
Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.
Saka Bahari meliputi 4 krida, yaitu :
  1. Krida Sumberdaya Bahari
  2. Krida Jasa Bahari
  3. Krida Wisata Bahari
  4. Krida Reksa Bahari


Saka Bhayangkara

Saka Bhayangkara

Logo Saka Bhayangkara
Satuan Karya Pramuka Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional.Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kebhayangkaraan.
Saka Bhayangkara ialah Satuan Karya terbesar dan paling berkembang di Indonesia.Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas pada suatu sumber daya atau kondisi alam.Dalam pelatihan Saka Bhayangkara, umumnya Gerakan Pramuka bekerjasama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia dan kadang-kadang memperbantukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran. Biasanya Saka Bhayangkara berada dibawah pembinaan POLRI.
Saka Bhayangkara meliputi 4 krida, yaitu :
  1. Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas)
  2. Krida Lalu Lintas (Lantas)
  3. Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana(PPB)
  4. Krida Tempat Kejadian Perkara (TKP)
SKK TKP antara lain :
  1. pengetahuan tempat kejadian perkara.
  2. pengetahuan sidik jari.
  3. Pengetahuan tulisan tangan dan tanda tangan.
  4. pengetahuan bahaya narkoba.
pada krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana terdapat 4 sub krida :
  1. Subkrida PASKUD (Pasukan Berkuda)
  2. Subkrida PASKAN (Pasukan Anjing Pelacak)
  3. Subkrida DAMKAR (Pemada Kebakaran)
  4. Subkrida SAR (Search And Rescue)
Pada saat ini Krida saka bhayangkara yang memiliki sub krida PASKUD hanya di wilayah Jakarta Timur, Tepatnya Ranting Pasar Rebo, Ciracas, dan Cipayung. terlahir beberapa aswasada didalamnya, diantaranya : Riyan Pauzan(Ciracas), Dedi Wahyudi(Pasar Rebo), dan Junaedi (Cipayung).

Saka Dirgantara

Saka Dirgantara

Logo SakaDirgantara

 
Satuan Karya Pramuka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kedirgantaraan, umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan atau memiliki landasan udara.
Pelatihan Pramuka Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang kedirgantaraan, TNI AU pihak perusahaan penerbangan dan klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu.
Saka Dirgantara meliputi 3 krida, yaitu:
  1. Krida Olahraga Dirgantara (ORGIDA)
  2. Krida Pengetahuan Dirgantara
  3. Krida Jasa Kedirgantaraan
Krida Olah Raga Dirgantara mempunyai 5 SKK, yaitu:
  1. Terbang Bermotor
  2. Terbang Layang
  3. Aeromodelling
  4. Terjun Payung
  5. Layang Gantung
Krida Pengetahuan Dirgantara mempunyai 5 SKK, yaitu:
  1. Aerodinamika
  2. Pengaturan Lalu Lintas Udara (PLLU)
  3. Meteorologi
  4. Fasilitas Penerbangan
  5. Navigasi Udara
Krida Jasa Dirgantara mempunyai 4 SKK, yaitu:
  1. Teknik Mesin Pesawat
  2. Komunikasi
  3. Aerial Search And rescue
  4. Struktur Pesawat

UPACARA PENUTUPAN DI SATUAN PRAMUKA PENGGALANG

UPACARA PENUTUPAN DI SATUAN
PRAMUKA PENGGALANG


1.      Pemeriksaan kebersihan dan kerapian setiap anggota regu oleh  Komandan Regu.
2.      Regu petugas menyiapkan Perlengkapan Upacara.
3.      Pratama mengumpulkan anggota membentuk Angkare tepat di hadapan tiang bendera.
4.      Pratama maju ke depan menghadap peserta upacara.
5.      Komandan Regu memberi hormat kepada Pratama.
6.      Laporan masing-masing Pinru kepada Pratama.
7.      Pratama mengecek petugas-petugas upacara kemudian menjemput pembina penggalang.
Kata Laporan yang diucapkan ” Apakah Kakak bersedia menjadi Pembina upacara ? sekaligus mempersilahkan pembina untuk maju dengan menggunakan isyarat tangan             kanan ”.
8.      Pembina upacara mengambil tempat di hadapan pasukan, para pembantu pembina berada di belakang sebelah kiri pembina upacara dalam bentuk bersyaf.
9.      Pratama memimpin penghormatan dan melaporkan kesiapan peserta upacara.
10.  Pratama menyerahkan pasukan kepada pembina upacara kemudian kembali ke tempat asal.
11.  Penurunan Sang Merah Putih atau Bendera Gerakan Pramuka oleh Petugas Upacara                   ( Penghormatan dipimpin oleh pembina upacara ). Catatan : Petugas Penurunan bendera berada di sebelah kanan Pembina Upacara!
12.  Pemandu Paduan Suara Mengambil posisi dengan maju satu langkah ke depan ( Pemandu berada di sudut kiri pada barisan peserta upacara ). Catt: Bila pengibaran Bendera Merah Putih menggunakan lagu Indonesia Raya dan apabila pengibaran Bendera Gerakan Pramuka maka menggunakan lagu Hymne Gerakan Pramuka Indonesia.
13.  Pembacaan Pancasila oleh Pembina Upacara dan diikuti oleh peserta upacara.
14.  Kata pengantar Pembina Upacara tentang tema latihan minggu depan dan sebagainya.
15.  Pembina Upacara memimpin Do’a menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
16.  Pasukan diserahkan kepada Pratama untuk melanjutkan acara.
17.  Pratama memimpin penghormatan Pasukan kepada pembina upacara.
18.  Pembina Upacara mengucapkan terima kasih kepada para pembantunya dengan bersalaman terus siap melaksanakan latihan.
19.  Komandan Regu memberi hormat kepada Pratama.
20.  Pratama membubarkan barisan, terus bersiap untuk pulang..


UPACARA PEMBUKAAN DI SATUAN PRAMUKA PENGGALANG

UPACARA PEMBUKAAN DI SATUAN
PRAMUKA PENGGALANG


1.      Pemeriksaan kebersihan dan kerapian setiap anggota regu oleh  Komandan Regu.
2.      Regu petugas menyiapkan Perlengkapan Upacara.
3.      Pratama mengumpulkan anggota membentuk Angkare tepat di hadapan tiang bendera.
4.      Pratama maju ke depan menghadap peserta upacara.
5.      Komandan Regu memberi hormat kepada Pratama.
6.      Laporan masing-masing Pinru kepada Pratama.
7.      Pratama mengecek petugas-petugas upacara kemudian menjemput pembina penggalang.
Kata Laporan yang diucapkan ” Apakah Kakak bersedia menjadi Pembina upacara ? sekaligus mempersilahkan pembina untuk maju dengan menggunakan isyarat tangan     kanan ”.
8.      Pembina upacara mengambil tempat di hadapan pasukan, para pembantu pembina berada di belakang sebelah kiri pembina upacara dalam bentuk bersyaf.
9.      Pratama memimpin penghormatan dan melaporkan kesiapan peserta upacara.
10.  Pratama menyerahkan pasukan kepada pembina upacara kemudian kembali ke tempat asal.
11.  Pengibaran Sang Merah Putih atau Bendera Gerakan Pramuka oleh Petugas Upacara                   ( Penghormatan dipimpin oleh pembina upacara ). Catatan : Petugas Pengibar bendera berada di sebelah kanan Pembina Upacara!
12.  Pemandu Paduan Suara Mengambil posisi dengan maju satu langkah ke depan ( Pemandu berada di sudut kiri pada barisan peserta upacara ). Catt: Bila pengibaran Bendera Merah Putih menggunakan lagu Indonesia Raya dan apabila pengibaran Bendera Gerakan Pramuka maka menggunakan lagu Hymne Gerakan Pramuka Indonesia.
13.  Pembacaan Pancasila oleh Pembina Upacara dan diikuti oleh peserta upacara.
14.  Pembacaan Try Satya dan Dasa Dharma Pramuka dilakukan sepasang penggalang putra dan putri, Try Satya di sebelah kanan dan Dasa Dharma di sebelah kiri ( Petugas Try Satya dan Dasa Dharma di samping kiri pembina upacara )
15.  Kata pengantar Pembina Upacara tentang tema latihan hari ini dan sebagainya.
16.  Pembina Upacara memimpin Do’a menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
17.  Pasukan diserahkan kepada Pratama untuk melanjutkan acara.
18.  Pratama memimpin penghormatan Pasukan kepada pembina upacara.
19.  Pembina Upacara mengucapkan terima kasih kepada para pembantunya dengan bersalaman terus siap melaksanakan latihan.
20.  Komandan Regu memberi hormat kepada Pratama.
21.  Pratama membubarkan barisan, terus siap mengikuti kegiatan latihan